KERJA KERAS BEBAS CEMAS ; PASTI AMAN-PASTI CAIR-PASTI TENANG

KERJA KERAS BEBAS CEMAS ; PASTI AMAN-PASTI CAIR-PASTI TENANG
APAPUN PEKERJAAN ANDA Lindungi diri Anda mulai Sekarang dari Resiko Kerja Anda, REJEKI dapat di Cari Kematian tak bisa kita Hindari
Tampilkan postingan dengan label MUAMALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUAMALAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 November 2017

Tatkala Mengalami Kesedihan

( DOA) Tatkala Mengalami Kesedihan

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS. Yunus, 10 : 64-65]
Doa dan Adab Tatkala Mengalami Kesedihan yang Mendalam
Kesedihan biasanya timbul karena beberapa faktor :
1. Kurangnya iman dan tawakkal kepada Allah
2. Usaha yang tidak atau belum berhasil
3. Kehilangan sesuatu yang amat dicintainya
4. Cita-cita yang tidak kesampaian
5. Banyaknya hutang yang sulit dibayar
6. Banyaknya tanggungan keluarga yang amat membebani dirinya
7. Terbelenggu orang lain
8. Ketinggalan dalam beramal saleh
9. Kesempatan yang telah disia-siakan
10. Merasa jauh dari Allah, dll.
Bagi orang beriman yang tawakkal, kesedihan tidak boleh berkelanjutan. Karena orang beriman yakin bahwa segala apa yang dimiliki manusia pada hakekatnya hanya titipan sementara dari Allah, yang suatu saat pasti akan dicabut kembali.
Ketika kita mengalami kesedihan yang mendalam dan berkepanjangan, Nabi SAW menganjurkan untuk membaca doa-doa di bawah ini :
Jika kita merasa susah dan sedih, Nabi menganjurkan membaca doa:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
Laa ilaha ilallaahul ’azhiimul haliimu laa ilaaha ilallahu rabuul ’arsyil ’azhiim, laa ilaaha ilallaahu rabbussamaa waati wa rabbul ardhi wa rabbal arsyil kariim
“Tiada tuhan melinkan Allah Yang Maha Besar lagi Maha penyantun. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur ‘Arsy Besar. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur langit, Pengatur bumi dan Pengatur ‘Arasy mulia.” (H.R. Bukhari-Muslim)
Jika kita sedang menghadapi urusan penting, Nabi menganjurkan untuk membaca

يا حي يا قيـوم برحمتك أستغيث
Yaa hayyu yaa qayyuum. Birahmatika Astaghist
“Ya Allah yang Maha Hidup, Ya Allah yang Maha Mengatur. Kumohon pertolongan dengan rahmat-Mu” (H.R. Tirmidzi)

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaha illa anta. Subhanaka innii kuntum minazhaalimiin
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”(Q.S.Al-Anbiya : 87)

اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك , أو أنزلته في كتابك, أو علمته أحدا من حلقك, أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرأن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهب همي
“Ya Allah, aku ini adalah hamba-Mu, putera dari hamba-Mu, selanjutnya putera dari umat-Mu. Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, menerima segala putusan-Mu, dan memandang adil apa juga hukum-Mu. Aku mohon denganasma apa juga yang Engkau sebutkan terhadap diri-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau pernah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib dari ilmu-Mu, agar Al-quran itu Engkau jadikan kembang hatiku, cahaya dadaku, pelenyap duka dan penghilang susahku.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Hibban)
Adab Agar terhindar dari Kesedihan
1. Meluruskan kembali keyakinan bahwa Allah-lah pengatur segala ciptaan-Nya
2. Kita yakini bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya
3. Kita yakini bahwa segala ujian pasti untuk meningkatkan keimanan, menghapus dosa, meninggikan derajat, dan mendekatkan hamba-Nya ke sisi-Nya.
4. Kita yakini bahwa setiap orang sudah diqadar rezkinya, ada yang diluaskan dan ada yang disempitkan
5. Keluasan dan kesempitan rezki di dunia bukan ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah
6. Setiap jatah rezki seseorang pasti akan diberikan oleh Allah sebelum orang itu dicabut nyawanya, oleh karena itu tidak boleh berikhtiar dengan terlalu memaksakan diri dan usaha yang tidak halal. Sabda Nabi SAW :

إن روح القدوس نفث في روعي أنه لن تموت نفس حتى تستكمل رزقها و أجلها
فاتقوا الله و أجملوا فى الطلب
“Sesungguhnya malaikat Jibril berbisik dalam hatiku, bahwa seseorang tidak akan mati sehingga ia menyelesaikan (jatah) rezki dan ajalnya. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan baik-baiklah dalam berusaha mencarinya.” (H.R. Ibnu Hibban)
7. Bagi orang beriman, ketenteraman hati hanya ada pada dzikir kepada Allah. Maka tiada yang dicari selain mendekatkan diri kepada Allah
8. Bagi orang beriman, menderita dalam ketaatan adalah sebuah kenikmatan hidup.
9. Mendawamkan shalat malam, shalat hajat dan shaum sunnat
10. Mendawamkan doa-doa di atas setiap saat, terutama ba’da shalat fardhu, shalat tahajjud dan shalat hajat, sebagaimana janji Allah melalui Rasul-Nya, Allah akan menghilangkan kesedihan dan menyelesaikan segala urusan.
11. Jika kesedihan itu karena hutang-hutang yang susah terbayarkan, maka Nabi mengajarkan doa berikut:

اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك
“Ya Allah, cukupilah kebutuhanku dengan yang halal dengan menghindarkan yang haram, dan jadikanlah daku berkecukupan demi kemurahan-Mu daripada selain-Mu” (H.R. Tirmidzy)

اللهم إني أعوذبك من الهم والحزن, و أعوذبك من العجز والكسل,
وأعوذبك من الجبن والبخل وأعوذبك من غلبة الدين وقهر الرجال
Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajiz wal kasali, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rajali
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari hutang yang tak terbayar dan dari belenggu orang lain.” (H.R. Abu Umamah dan Abu Sa’id)
  • Rasulullah SAW. telah mengajar umatnya supaya berdoa dan memohon kepada Allah apabila mereka sedang ditimpa oleh kesedihan. Sesuatu kesedihan lazimnya adalah timbul setelah seseorang ditimpa suatu musibah.
  • Imam Ibnu Katsir menafsirkan surat At Taghaabun ayat 11 Barangsiapa yang ditimpa suatu musibah, lalu dia menyedari bahawa musibah tersebut adalah qadha dan qadar Allah, oleh itu dia dapat sabar menghadapinya dan reda menerimanya, niscaya Allah akan memberi hidayah (petunjuk) kepada hatinya dan mengganti apa yang luput itu dengan hidayah kepada hatinya serta keyakinan yang benar. Malahan terkadang gantian dari Allah itu lebih baik daripada apa yang luput. (Tafsir Al Quran Al ‘Azim 4/375).
  • Imam Ibnul Qayyim berkata: “Hendaknya kita menyedari bahawa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimana kesabaran kita, dengan demikian barulah jelas apakah kita layak menjadi WALI ALLAH ataupun tidak”.
  • Allah berfirman dalam surah Fathi Maksudnya: Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  • Doa adalah ibadat dan tanda pengabdian diri kepada Allah kerana memohon kepada-Nya membuktikan pengiktirafan bahawa hanya Allah yang Maha Berkuasa memenuhi segala hajat manusia. Amalan berdoa disuruh Allah dalam firman Surah Ghafir, ayat 60.
  • Doa juga boleh menjadi kekuatan seterusnya mendatangkan kemudahan kepada umat Islam untuk berhadapan dengan kesukaran seperti sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Doa itu senjata orang mukmin.” Kita digalakkan meminta apa saja kepada Allah dengan bahasa yang mudah, namun perlu menunjukkan kesungguhan melalui usaha mencari ayat doa yang sesuai memenuhi kehendak hajat yang ingin disampaikan kepada-Nya. Sebenarnya kualiti doa itu dipengaruhi kaedah doa, kesungguhan serta keikhlasan orang yang mengucapkannya.
  • Sebaik-baik doa disertakan dengan kesungguhan kita memastikan hajat dipinta dimakbulkan Allah. Doa akan dimustajabkan Allah apabila menepati waktunya, adabnya serta berpandukan kepada munajat nabi, rasul dan golongan solihin.
  • Nabi Ayyub memaknai sebuah penderitaan. Ia memandang rasa sabar kita seharusnya berbanding lurus dengan rasa syukur kita. Penderitaan yang kita terima, selayaknya diredam dengan betapa besarnya anugerah yang telah kita dapatkan.
  • Viktor Frankl, seorang pakar psikolog humanis, dalam buku Man’s Search For Meaning ¬yang dikarangnya, ia menuliskan, “Jangan biarkan penderitaan memicu munculnya gejala penyakit jiwa, tetapi biarkan ia memicu munculnya pencapaian seseorang.”
  • Pada doalah segala yang tidak mungkin bisa terjadi. Nabi saw. sendiri bersabda, “Takdir tidak ditolak kecuali oleh doa, dan tidak ada yang menambah umur manusia kecuali kebaikan yang dilakukan olehnya….”
[sebuah dOa ketika hampiR putus asa]
http://amuaz.wordpress.com/2007/11/13/halo-dunia/
  • Cerita Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan paus. Hanya ada satu pekerjaan yang dilakukannya: berzikir dan berdoa kepada Allah agar dilepaskan dari ujian berat itu. Dan Yunus pun berdoa, “La ilaha illa anta. Subhanaka inni kuntu minazhalimin.” meski doa ini milik Yunus, tetapi doa ini juga milik seluruh kaum mukmin. Untuk itu, jika seorang mukmin dalam penderitaan dan kesulitan, kemudian berdoa dengan ini, maka Allah akan mengabulkanya.
  • Sebagai manusia yang imannya acapkali berfluktuasi tak menentu, penulis menghikmati dua poin penting:Pertama, Allah menguji tingkat kesabaran kita –yang seharusnya tak berbatas (soalnya sebagian kita sering komentar ‘kesabaran kan ada batasnya’)– hingga sebuah jawaban yang dijanjikan-Nya itu datang menghampiri kita. Kedua, penderitaan dan duka sejatinya bukan sebuah keputusan yang ditetapkan Allah. Ia bukan datang dari atas sana. Ia ada di dalam diri kita. Ia adalah realitas (kenyataan) subyektif kita.
  • Betapa pentingnya posisi hati dalam tubuh manusia, tidak hanya sekedar daging tetapi juga penentu aqidah, penentu budi pekerti dan penentu keputusan terbesar seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits Arbain Nawawiyah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda,yang artinya“Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa-apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberi fatwa yang membenarkanmu.” (H.R Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darani).
  • Kegundahan hati yang disebabkan oleh problematika hidup yang penuh dengan konflik, persoalan dan tantangan bisa menyebabkan hati kehilangan cahaya-Nya dan nurani kebaikan sehingga perlu segera ditemukan terapinya. Olehnya Allah yang Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan solusi-solusi kegundahan hati dengan obat mujarab yaitu Al-Quran Karim.
  • Kenapa Aku Diuji? [QS. Al-Ankabut: 2-3], Kenapa Aku Tidak Mendapatkan Apa Yang Aku Idam-Idamkan? [QS. Al-Baqarah ayat 216], Kenapa Ujian Seberat Ini? [QS. Al-Baqarah ayat 286], Bagaimana Menyikapi Rasa Frustasi? [QS. Al-Imran ayat 139], Sungguh, Aku Tak Dapat Bertahan Lagi…!!!!! [QS. Yusuf ayat 87], Bagaimana Aku Harus Menghadapi Persoalan Hidup ? [QS. Al-Imran ayat 200], Apa Solusinya? [QS. Al-Baqarah ayat 45-46], Siapa Yang Menolong Dan Melindungiku? [QS. Ali Imran: 173], Kepada Siapa Aku Berharap? [QS. At-Taubah ayat 129], Apa Balasan Atau Hikmah Dari Semua Ini? [QS. At-Taubah ayat 111]

[nikmat…begitu banyak yang telah teRlewatkan tanpa mensyukuRinya]
http://eramuslim.com/atk/oim/43db6887.htm
  • Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat. Padahal Allah selalu baik kepada saya.
  • Dalam Surat ar-Rahman adalah surat ke 55, Allah menggunakan kata “dusta”; bukan kata “ingkari”, “tolak” dan kata sejenisnya. Seakan-akan Allah ingin menunjukkan bahwa ni’mat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingakri keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mendustakannya. Dusta berarti menyembunyikan kebenaran.
  • Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan. ”Dan nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang dapat engkau dustakan??”, Nikmat Sehat yaa Qowi, Nikmat waktu luang yaa Muhshi, Nikmat masa muda yaa Jalil, Nikmat keindahan yaa Badii’, Nikmat ilmu yaa Aliim, Nikmat rezeki yaa Ghani’, Nikmat mendengar yaa Samii’, Nikmat melihat yaa Bashir, Nikmat iman yaa Allah… ah, kami malu padaMu Allah..
[beRpRilaku baik melalui ucapan, peRbuatan dan segala bentuk al-ma’Ruf]
http://www.almanhaj.or.id/content/1007/slash/0
  • Diantara sarana untuk menghilangkan kegundahan, kesedihan dan kegelisahan adalah : Berprilaku baik kepada orang lain melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk al-ma’ruf (kebajikan). Semua itu adalah kebaikan untuk diri dan tindak kebajikan untuk orang lain.
  • Suatu kebaikan akan menghasilkan kebaikan dan menangkis keburukan. Dan bahwasanya orang mu’min yang hanya berharap pahala Allah akan dianugrahi olehNya pahala yang agung. Termasuk pahala agung itu adalah hilangnya kegundahan, kesedihan, keruwetan hati dan semacamnya.
  • Kenestapaan yang umumnya membuat kita larut dalam kecemasan dan kegelisahan yang parah. Saya menyebut kondisi ini dengan kegelisahan negatif
  • Bila seseorang melihat kejadian pahit yang melandanya itu sebagai sebuah berkah, seumpama anugerah tersembunyi yang suatu saat akan menyembul tiba-tiba, maka ialah sosok yang saya sebut sebagai manusia yang memiliki kegelisahan positif.
  • Menurut sufi Hazrat Salahedin Ali Nader Angha, adalah karakter yang senantiasa menganggap peristiwa-peristiwa pahit sebagai sesuatu yang tidak “buruk”, melainkan lebih merupakan pengalaman-pengalaman yang darinya kita bisa belajar untuk lebih dewasa.
  • Kegelisahan positif ini tidak tumbuh menyelubungi jiwa seseorang begitu saja. Ia bukan sesuatu yang taken for granted. Ia hadir ketika keyakinan hati seorang hamba menerbitkan Allah di sisinya. Ia tempatkan Sang Rahman sebagai Sahabat dan Penolong sejatinya seraya terus melafal-lafal hasbunallah wa ni’mal wakil di lidahnya, di hatinya.
hanya dengan Allah, hatimu akan menjadi tenang
SUMBER : https://sedekahdoa.wordpress.com/doa-tatkala-mengalami-kesedihan/ 

Rabu, 25 Januari 2017

PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI’AH

FATWA
DEWAN SYARI’AH NASIONAL
NOMOR 21/DSN-MUI/X/2001
TENTANG
PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI’AH
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dewan Syari’ah Nasional setelah
Menimbang:
  1. bahwa dalam menyongsong masa depan dan upaya meng-antisipasi kemungkinan terjadinya resiko dalam kehidupan ekonomi yang akan dihadapi, perlu dipersiapkan sejumlah dana tertentu sejak dini.
  2. bahwa salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut dapat dilakukan melalui asuransi;
  3. bahwa bagi mayoritas umat Islam Indonesia, asuransi merupakan persoalan baru yang masih banyak dipertanyakan; apakah status hukum maupun cara aktifitasnya sejalan dengan prinsip-prinsip syari’ah;
  4. bahwa oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab pertanyaan masyarakat, Dewan Syariah Nasional memandang perlu menetapkan fatwa tentang asuransi yang berdasarkan prinsip-prinsip Syariah untuk dijadikan pedoman oleh pihak-pihak yang memerlukannya.
Mengingat:
  1. Firman Allah tentang perintah mempersiapkan hari depan:
    يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَاقَدَّمَتْ لِغَدٍ، وَاتَّقُوا اللّهَ، إِنَّ اللّهَ خَبِيْرٌ بِمَاتَعْمَلُوْنَ (الحشر: 18)
    "Hai orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dibuat untuk hari esok (masa depan). Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. al-Hasyr [59]: 18)
  2. Firman Allah tentang prinsip-prinsip bermu'amalah, baik yang harus dilaksanakan maupun dihindarkan, antara lain:
    يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا أَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُ اْلأَنْعَامِ إِلاَّ مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ، إِنَّ اللهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ (المائدة: 1)
    "Hai orang-orang yang beriman tunaikanlah akad-akad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hokum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS. al-Maidah [5]: 1)
    إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ، إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيْعًا بَصِيْرًا (النساء: 58)
    "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamiu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah dengan adil…" (QS. an-Nisa [4]: 58)
    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (المائدة: 90)
    "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan" (QS. al-Maidah [5]: 90)
    وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا (البقرة: 275)
    "Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. al-Baqarah [2]; 275)
    يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ (البقرة: 278)
    "Hai orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang yang beriman" (QS.2 : al-Baqarah [2]: 278).
    وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوْسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُوْنَ وَلاَ تُظْلَمُوْنَ (البقرة: 279)
    "Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS. al-Baqarah [2]; 279)
    وَإِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ، وَأَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ (البقرة: 280)
    "Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS. al-Baqarah [2]: 280)
    يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا لاَ تَأْكُلُوْا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلاَ تَقْتُلُوْا أَنْفُسَكُمْ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (النساء: 29)
    "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan (mengambil)harta orang lain secara batil, kecuali jika berupa perdagangan yang dilandasi atas sukarela di antara kalian.." (QS. an-Nisa [4] : 29)
  3. Firman Allah tentang perintah untuk saling tolong menolong dalam perbuatan positif, antara lain:
    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (المائدة: 2)
    "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya" (QS. al-Maidah [5]: 2)
  4. Hadis-hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang beberapa prinsip bermu'amalah, antara lain:
    مَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ (رواه مسلم).
    "Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia (suka) menolong saudaranya" (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
    مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَادّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مِثْلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عَضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَى (رواه مسلم عن النعمان بن بشير)
    "Perumpamaan orang beriman dalam kasih sayang, saling mengasihi dan mencintai bagaikan tubuh (yang satu); jikalau satu bagian menderita sakit maka bagian lain akan turut menderita" (HR. Muslim dari Nu'man bin Basyir)
    اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا (رواه مسلم عن أبي موسى)
    "Seorang mu'min dengan mu'min yang lain ibarat sebuah bangunan, satu bagian menguatkan bagian yang lain" (HR Muslim dari Abu Musa al-Asy'ari)
    وَالْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا. (رواه الترمذي عن عمرو بن عوف)
    "Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram." (HR. Tirmidzi dari 'Amr bin 'Auf)
    إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى (رواه البخاري ومسلم عن عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ)
    "Setiap amalan itu hanyalah tergantung niatnya. Dan seseorang akan mendapat ganjaran sesuai dengan apa yang diniatkannya". (HR. Bukhari & Muslim dari Umar bin Khattab)
    نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ (رواه مسلم والترمذي والنسائي وأبو داود وابن ماجة عن أَبِي هُرَيْرَةَ)
    "Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar" (HR. Muslim, Tirmizi, Nasa'i, Abu Daud, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
    إِنَّ خَيْرَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً (رواه البخاري)
    "Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang paling baik dalam pembayaran hutangnya" (HR. Bukhari)
    لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ (رواه ابن ماجة عن عبادة بن الصامت، وأحمد عن ابن عباس، ومالك عن يحي)
    "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (Hadis Nabi riwayat Ibnu Majah dari 'Ubadah bin Shamit, riwayat Ahmad dari Ibnu 'Abbas, dan Malik dari Yahya)
  5. Kaidah fiqh yang menegaskan:
    الأَصْلُ فِى الْمُعَامَلاَتِ اْلإِبَاحَةُ إِلاَّ أَنْ يَدُلَّ دَلِيْلٌ عَلَى تَحْرِيْمِهَا
    "Pada dasarnya, semua bentuk mu'amalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya."
    الضَّرَرُ يُدْفَعُ بِقَدْرِ اْلإِمْكَانِ.
    "Segala mudharat harus dihindarkan sedapat mungkin."
    الضَّرَرُ يُزَالُ.
    "Segala mudharat (bahaya) harus dihilangkan."
Memperhatikan:
  1. Hasil Lokakarya Asuransi Syari'ah DSN-MUI tanggal 13-14 Rabi'uts Tsani 1422 H / 4-5 Juli 2001M.
  2. Pendapat dan saran peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada Senin, tanggal 15 Muharram 1422 H/09 April 2001 M.
  3. Pendapat dan saran peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada 25 Jumadil Awal 1422 H/15 Agustus 2001 & 29 Rajab 1422 H/17 Oktober 2001.
MEMUTUSKAN
Menetapkan:FATWA TENTANG PEDOMAN UMUM ASURANSI SYARI'AH
Pertama:Ketentuan Umum
  1. Asuransi Syariah (Ta'min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.
  2. Akad yang sesuai dengan syariah yang dimaksud pada point (1) adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.
  3. Akad tijarahadalah semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
  4. Akad tabarru' adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-­menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.
  5. Premi adalah kewajiban peserta Asuransi untuk memberikan sejumlah dana kepada perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.
  6. Klaim adalah hak peserta Asuransi yang wajib diberikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.
Kedua:Akad dalam Asuransi
  1. Akad yang dilakukan antara peserta dengan perusahaan terdiri atas akad tijarah dan / atau akad tabarru'.
  2. Akad tijarahyang dimaksud dalam ayat (1) adalah mudharabah. Sedangkan akad tabarru'adalah hibah.
  3. Dalam akad, sekurang-kurangnya harus disebutkan :
    1. hak & kewajiban peserta dan perusahaan;
    2. cara dan waktu pembayaran premi;
    3. jenis akad tijarah dan / atau akad tabarru' serta syarat-syarat yang disepakati, sesuai dengan jenis asuransi yang diakadkan.
Ketiga:Kedudukan Para Pihak dalam Akad Tijarah & Tabarru'
  1. Dalam akad tijarah (mudharabah), perusahaan bertindak sebagai mudharib (pengelola) dan peserta bertindak sebagai shahibul mal (pemegang polis);
  2. Dalam akad tabarru' (hibah), peserta memberikan hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah. Sedangkan perusahaan bertindak sebagai pengelola dana hibah.
Keempat:Ketentuan dalam Akad Tijarah & Tabarru'
  1. Jenis akad tijarah dapat diubah menjadi jenis akad tabarru' bila pihak yang tertahan haknya, dengan rela melepaskan haknya sehingga menggugurkan kewajiban pihak yang belum menunaikan kewajibannya.
  2. Jenis akad tabarru' tidak dapat diubah menjadi jenis akad tijarah.
Kelima:Jenis Asuransi dan Akadnya
  1. Dipandang dari segi jenis asuransi itu terdiri atas asuransi kerugian dan asuransi jiwa.
  2. Sedangkan akad bagi kedua jenis asuransi tersebut adalah mudharabah dan hibah.
Keenam:Premi
  1. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad tijarah dan jenis akad tabarru'.
  2. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syariah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk asuransi jiwa dan tabel morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya.
  3. Premi yang berasal dari jenis akad mudharabahdapat diinvestasikan dan hasil investasinya dibagi-hasilkan kepada peserta.
  4. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru' dapat diinvestasikan.
Ketujuh:Klaim
  1. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian.
  2. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan.
  3. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
  4. Klaim atas akad tabarru', merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.
Kedelapan:Investasi
  1. Perusahaan selaku pemegang amanah wajib melakukan investasi dari dana yang terkumpul.
  2. Investasi wajib dilakukan sesuai dengan syariah.
Kesembilan:Reasuransi
Asuransi syariah hanya dapat melakukan reasuransi kepada perusahaan reasuransi yang berlandaskan prinsip syari'ah.
Kesepuluh:Pengelolaan
  1. Pengelolaan asuransi syariah hanya  boleh dilakukan oleh suatu lembaga yang berfungsi sebagai pemegang amanah.
  2. Perusahaan Asuransi Syariah memperoleh bagi hasil dari pengelolaan dana yang terkumpul atas dasar akad tijarah (mudharabah).
  3. Perusahaan Asuransi Syariah memperoleh ujrah (fee) dari pengelolaan dana akad tabarru' (hibah).
Kesebelas:Ketentuan Tambahan
  1. Implementasi dari fatwa ini harus selalu dikonsultasikan dan diawasi oleh DPS.
  2. Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari'ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.
  3. Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di:Jakarta
Tanggal:29 Rajab 1422 H

17 Oktober 2001 M
DEWAN SYARI'AH NASIONAL
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua

K.H. MA Sahal Mahfudh
Sekretaris

Prof. Dr. H. M Din Syamsuddin


Sumber : http://www.dsnmui.or.id/ 

Selasa, 24 Januari 2017

MENURUT AGAMA ISLAM MENABUNG DI PT. AJ CAR HARAM ATAU HALAL ?

MENURUT AGAMA ISLAM MENABUNG
DI PT. AJ CAR HARAM ATAU HALAL ?

Singkat dengan bahasa sederhana saja biar lebih dimengerti.

Untuk dana yang  digunakan untuk menabung di PT. AJ CAR, itu dana anda dimasukkan ke reksadana.

Apa itu reksadana :
Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupunefek/sekuriti lainnya.

Kita itu menanam modal bukan membungakan uang, kalau kita membungakan uang diawal, tentu saja ada akadnya untuk bunga perbulan sekian, seperti itu bukan.

Kalau direksadana uang diputar diperusahaan-perusahan besar, dengan keuntungan uang kita sesuai perkembangan uang kita diperusahaan, bisa naik, bisa turun, seperti menanam saham dan dibagi hasil setiap tahun, bisa naik bisa turun, jadi sistemnya seperti berdagang, berdagang itu tidak haram.

=================================

MOHON DI BACA DAN DI PAHAMI BUAT TEMAN2 YG MASIH BILANG CAR ITU RIBA

Sebuah produk perbankan/keuangan bisa di katakan syariah jika terbebas dari 3 point :

1. RIBA
Artinya MENETAPKAN BUNGA DI AWAL
Misal nabung 100jt, stelah 1 thn di berikan 110jt. Maka yg 10jt nya itu adalah RIBA.

SEMENTARA DI CAR 3i ini tidak MENJANJIKAN BUNGA kepastian. Makanya kita buat ilustrasi rendah, sedang dan tinggi. Jika perusahaan untung besar maka bagi hasilnya juga besar begitu juga sebaliknya.

2. GHARAR
Artinya PENYEMBUNYIAN FAKTA
Misal si A menjual mobil ke si B. Mobil si a pernah tabrakan dan lecet, tetapi si A tidak menceritakan ke si B. Maka dalam islam sperti itu HARAM.
SEMENTARA DI CAR 3i kita dengan jelas di terbuka untuk semua jenis usaha dr SALIM GROUP bahkan omset perusahaan pun di share ke publik dan semua bisa melihat. Dan DIAWASI oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Semua transparan

3. MAISIR
Artinya PERJUDIAN
CAR 3i sama sekali TIDAK ada unsur perjudian, baik dalam usaha Salim Group ataupun komponen di dalam CAR 3i sendiri.
JADI.. Produk tabungan CAR 3i ini HALAL dan cocok utk semua kalangan

=================================

PERBEDAAN BUNGA & INVESTASI

Dimasyarakat sering terjadi Pertanyaan Perbedaan TABUNGAN biasa dan TABUNGAN INVESTASI.

TABUNGAN BIASA
seperti kebiasaan masyarakat menabung kita mendapatkan BUNGA bukan. Sedang BUNGA ini di Agama Islam adalah di HUKUM RIBA.

Karena apa? Sederhana saja. Kita menabung tapi
"kita tidak mau peduli apakah Bank Untung atau Rugi, kita Harus dapat 8%, seperti yg dijanjikan Bank"
Jadi kita letakkan "Tabungan kita" Adalah wujudnya masih UANG DAN DI UANGKAN dan wajib untung. ini yg dinamakan RIBA ...

RIBA hukumnya Haram. Serem ya ... ?


TABUNGAN INVESTASI

Tabungan Investasi adalah Tabungan yang dimana uang kita akan diambil & dipakai Perusahaan Keuangan NON PERBANKKAN untuk dikelola/dirubah wujudkan untuk Pembelian, Pendanaan dan Mobilitas Produksi Perusahaan yg akan ditanamkan modal dari Tabungan kita. (Perusahaan yang Sehat Tentunya).

Investasi di PT.AJ.CAR dana dimasukkan diperusahaan Salim Group juga, PT. AJ. CAR pun milik Salim Group.
Dana investasi dimasukkan ke perusahaan Salim Group sbb :
PT. Bogasari, Indofood, Unilever, Yakult, Indomaret, Indocement, Lion, dll masih banyak sekali produk dari perusahaan milik Salim Group.

Dan diharapkan akan memperoleh keuntungan bersama antara 14-20% setahun. Yang mana dalam Setahun itu ada bulan-bulan yang grafik Keuntungannya Luar biasa, dan Ada yang bulan selanjutnya Grafiknya Biasa saja. ini menandakan bisnis yg di kelola "HIDUP" & hasil Akhir th, baru diambil nilai rata-ratanya.
Sama seperti Perdagangan Biasa. Bulan ini Rame ... eh Bulan tertentu Sepi ... Karena bukan Musimnya.

Perusahaan Salim Group yang rata-rata tiap hari kita pakai kita konsumsi.

Itu artinya kita sudah ikut andil mengembangkan dana kita melalui program 3i-networks.

Jadi dana investasi terus berputar dan berkembang, karena didistribusikan ke masyarakat, dan dikonsumsi masyarakat, jadi kita
sama saja berniaga/ berdagang, dan halal bagi umat Islam ...

HAL INI kita meletakkan Tabungan Kita MURNI UNTUK INVESTASI Membangun Perusahaan, yg Untung rugi ada didalamnya, hasil investasi tiap tahun, minimalnya sekitar 14%, maksimalnya sekitar 20%.

Didalam Hukum Islam itu Dibolehkan Bahkan Dianjurkan : "Berdaganglah Kamu, Karena Berdagang itu 80%nya adalah Sumber Kekayaan/Rejeki mu, itu kata Rasul Kita"

Siti Khotijah.RA sebelum menjadi Istri Rosullullah, Pelakukan perdagangan dengan Beliau, "MEMPERCAYAKAN" Mengelola Keuangannya/MengINVESTASIkan Uangnya utk pembelian Barang Dagangan & Menjual barang Dagangan Antar Negara, untuk diambil Keuntungannya dan Bagi Hasil.

Sekarang Jelas perbedaannya bukan?
Tabungan BerBunga dan Tabungan Investasi
Tabungan Multi Guna 3i-Network CAR by Salim Group, adalah TABUNGAN INVESTASI yg diberi perlindungan Asuransi Jiwa serta Hak Income.

=================================

RAGU 3i-Netwoks?

Menabungkan atau menyisihkan uang untuk masa depan bagi sebagian orang membutuhkan proses yang begitu panjang, ragu dan penuh tanda tanya yang tak ada habisnya. Padahal jika dipikir secara "goblok" uang itu ya masih tetap miliknya tidak kemana-mana malah menjadi berkembang karena dikelola dengan benar oleh lembaga yang memang ahli dibidangnya.
Keraguan itu boleh-boleh saja semata mengedepankan prinsip kehati-hatian. Tapi jika berlebih justru menjadi penutup tirai masa depan.

Kumpulan orang yang terlalu pinter dan orang yang "belum bahkan tidak paham" tapi keminter kebanyakan mondominasi. Survey membuktikan orang-orang yang sukses (wiraswasta) rata-rata dimiliki oleh mereka yang saat disekolahnya tak istimewa.
Pikiran mereka yang telah mengambil peluang itu simple, sederhana dan tidak ribet. Apalagi yang diragukan? Jika yang paling mendasar saja sudah terlihat nyata?

1. PT. AJ. Central Asia Raya berdiri sejak 1975.
2. PT. AJ. Central Asia Raya anak perusahaan Salim Group.
3. PT. AJ. Central Asia Raya terdaftar OJK, AASI, AAJI.
4. PT. AJ. Central Asia Raya satu-satunya peraih platinum award.
5. PT. AJ. Central Asia Raya didukung 90 kantor cabang.
6. PT. AJ. Central Asia Raya produk unitlinknya peraih the best terbanyak.
7. PT. AJ. Central Asia Raya pelopor konsep pemasaran networks marketing.
8. PT. AJ. Central Asia Raya secara resmi mengeluarkan sistem pemasaran dengan konsep 3i-Networks (insurence-investment-income) pada bulan januari 2014 dengan produknya CAR Link pro mixed.

Orang ragu ngga tanggung-tanggung menyesalnya didepan juga dibelakang, dobel. Sedang orang setengah ragu menyesalnya didepan, setelah sadar menyusul.

=========================

Barakallah Fiikum